Selamat datang dan bergabung dengan Ikbal Bahua Kreatif

Raih masa depan dengan mengedepankan Agama, Etika, Moral, Budaya, IPTEKS dan Kinerja pada setiap Perjalanan Aktivitas Hidupmu

PENYULUHAN PEMBANGUNAN DAN MASA DEPAN BANGSA

SOLUSI MEMBANGUN DAN MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT : PERTANIAN, SOSIAL DAN KEMANUSIAN, EKONOMI, POLITIK, PENDIDIKAN, HUKUM, AGAMA DAN BUDAYA DALAM MENGISI ERA REFORMASI DENGAN IPTEKS DAN KEMANDIRIAN SERTA SEMANGAT KERJA.

Saturday, November 3, 2007

FILOSOFI KEAMANAN PILWAKO KOTA GORONTALO : 2008-2013

Oleh: Mohamad Ikbal Bahua

Upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah Kota Goronalo dalam menjaga stabilitas keamanan menjelang PILWAKO adalah dengan mengedepankan filosofi daerah Gorontalo "Adat Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah". Hal ini harus dimengerti dan diaktualisasikan oleh para kandidat Walikota & Wakil Walikota, mengingat daerah Gorontalo adalah salah satu daerah Adat yang ada di Indonesia.

Selain berdasarkan Filosofi di atas yang perlu diperhatikan oleh pemerintah Kota Gorontalo dalam menjelang PILWAKO adalah dengan menjaga stabilitas keamanan masyarakat, karena PILWAKO pada era reformasi ini bukanlah akhir segalanya dari masa depan Rakyat Gorontalo, akan tetapi hanyalah merupakan awal kepemimpinan generasi muda di era reformasi yang mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi, partai politik dan golongan elit pemerintah.

Untuk itu keamanan yang perlu diperhatikan adalah keamanan dari awal proses PILWAKO sampai berakhirnya PILWAKO dengan melibatkan semua elemen masyarakat serta di bawah kendali POLRI dan TNI, terutama keamanan yang tercipta dari para pendukung kandidat yang bertarung di PILWAKO Gorontalo tahun 2008-2013, sebagai upaya menciptakan PILWAKO Gorontalo yang Demokratis berdasarkan Filosofi "Adat Bersendikan Syaraa, Syaraa Bersendikan Kitabullah" sebagai modal membangun Kota Gorontalo sebagai kota yang penuh Inovasi, Berbudaya dan beradab. Majulah Gorontalo. Hidup Rakyat.

1 comment:

Anonymous said...

PILWAKO bersandikan syara dan syara bersandikan kitabullah. Calonnya aja besandikan apa ?